Kamis, 04 Februari 2016

Membaca Pesan WhatsApp Tanpa Ketahuan Si Pengirim Pesan

Ada berbagai alasan orang tidak mau ketahuan sudah membaca pesan yang diterima ketika berkomunikasi menggunakan aplikasi chat seperti WhatsApp. Seperti diketahui bahwa saat kita mengirim pesan menggunakan WhatsApp, terdapat tanda centang hitam yang menunjukkan pesan kita sudah terkirim, tanda centang hitam dua sudah diterima, dan centang dua berwarna biru sudah dibaca oleh penerima pesan.

Di salah satu artikel di kompas.com terdapat artikel mengenai tips agar pesan WhatsApp yang kita terima bisa dibaca tanpa pengirim pesan tahu bahwa pesannya sudah dibaca. Caranya dengan mengubah mode smartphone ke dalam Airplane Mode sebelum membuka WhatsApp. Maka semua aplikasi akan menjadi offline, namun semua pesan sudah diterima dan tersimpan dalam cache smartphone untuk dibaca. Barangkali caranya sama saja dengan menonaktifkan data internet di smartphone. 

Cara lain adalah dengan menonaktifkan fitur read-receipt atau laporan dibaca. Namun setting ini berlaku dua arah, sehingga kita tidak bisa melihat laporan dibaca dari pesan yang kita kirim. Disamping itu read receipt selalu diaktifkan untuk percakapan di grup.

Sebetulnya ada cara lain yang bisa digunakan, yaitu dengan menambahkan widget WhatsApp yang ada di smartphone.



Dengan menggunakan widget ini, kita bisa membaca semua pesan, termasuk percakapan grup, tanpa harus membuka aplikasi WhatsApp. 

»»  lanjut baca

Senin, 14 Desember 2015

Tukang Celup yang Dihukum Gantung

Alkisah, ada seorang pencuri yang terjatuh dari jendela hingga meninggal saat dia akan mencuri di sebuah rumah. Keluarga si pencuri tidak terima atas kematian kerabatnya. Mereka melapor ke pengadilan agar pemilik rumah tersebut dihukum. Karena hutang nyawa harus dibayar nyawa, pengadilan mengeluarkan keputusan hukuman gantung bagi pemilik rumah.

Tetapi pemilik rumah tidak terima dengan keputusan tersebut. Dia memberi alasan tukang kayulah yang salah karena kerjanya tidak becus hingga mengakibatkan orang jatuh. Maka tukang kayu dipanggil untuk dihukum.

Tukang kayu juga tidak terima saat akan dihukum. Dia menyalahkan seorang perempuan cantik yang memakai baju merah. Perempuan berbaju merah itu berjalan lewat saat dia sedang bekerja membuat jendela. Karena bekerja sambil melirik perempuan itu, dia tidak fokus bekerja hingga hasil pekerjaannya jadi tidak sempurna. Maka pengadilan memutuskan perempuan berbaju merah itu yang bersalah dan harus dihukum.

Saat akan dihukum, perempuan pun itu membantah bahwa dirinya bersalah. Dia malah menyalahkan tukang celup baju. Karena dia memesan untuk dicelup warna hijau pada bajunya, tetapi oleh tukang celup malah dicelup jadi warna merah yang mengakibatkan orang lain jadi terganggu. Ketika dipanggil untuk dimintai keterangan tukang celup tidak bisa membantah karena tidak ada lagi yang bisa disalahkan. Akhirnya tukang celup itu divonis hukuman mati atas kematian si pencuri yang jatuh dari atas rumah.

Saat akan digantung, ternyata si tukang celup tubuhnya tinggi sedangkan tiang gantungannya pendek. Akibatnya si tukang celup susah untuk digantung. Hakim yang marah akhirnya menyuruh untuk mencari tukang celup yang pendek untuk digantung.

»»  lanjut baca

Jumat, 27 November 2015

Pedang Hati Suci / Soh Sim Kiam

Pedang Hati Suci merupakan salah satu diantara lima belas cerita silat karya Chin Yung / Jin Yong. Dibandingkan dengan novel-novel Jin Yong lainnya yang lebih populer, Pedang Hati Suci tidak terlalu panjang. Barangkali hanya seperempatnya dari cerita si Kwee Ceng dan setengahnya dari Medali Wasiat.

Ceritanya tidak jauh dari perebutan sebuah kitab, yaitu kitab rahasia ilmu pedang yang ternyata didalamnya terdapat rahasia tentang harta karun. Dikisahkan seorang pemuda desa yang lugu bernama Tik Hun (Di Yun). Suatu hari dia pergi ke kota bersama guru dan adik seperguruannya untuk memenuhi undangan paman gurunya. Disinilah dia mulai mengalami berbagai macam penderitaan; dijebloskan ke penjara karena difitnah mencuri dan memperkosa gundik paman gurunya, dan mengalami berbagai siksaan, baik dari sipir maupun dari tahanan lain yang curiga kepadanya, yang mengakibatkan tubuhnya cacat dan ilmu silatnya hilang. Diapun kehilangan wanita yang dia cintai karena menikah dengan orang yang memfitnahnya.

Beruntung seorang tahanan yang pernah menyiksa Tik Hun akhirnya hilang rasa curiganya. Dari orang ini, yang bernama Ting Tian, Tik Hun mulai mempelajari ilmu silat yang hebat dan sebuah rahasia yang dicari dan diperebutkan oleh banyak orang, termasuk guru dan kedua paman gurunya.

Tetapi penderitaan Tik Hun tidak berakhir. Setelah Tik Hun dan Ting Tian kabur dari penjara, Ting Tian meninggal karena dibunuh orang. Untuk mengelabui musuh, Tik Hun menyamar dengan menggunduli rambut dan menggunakan pakaian seorang biksu yang baru saja mati. Sialnya, biksu itu merupakan anggota dari Hiat-to-bun (Perkumpulan Golok Berdarah) yang dikenal jahat dan sering memperkosa wanita.  Akibatnya sering timbul kesalahpahaman. Tik Hun dituduh sebagai biksu cabul dan diburu oleh banyak pendekar. 

Dalam pengejaran, Tik Hun dan para pengejarnya sampai di wilayah barat dan terjebak di lembah yang tertutup salju selama berbulan-bulan. Di lembah inilah Tik Hun berhasil menyempurnakan ilmu silatnya, yang menjadi bekal untuk bisa menyelesaikan semua urusan yang harus dia kerjakan, termasuk dalam menuntut balas.

Novel ini menggambarkan ketamakan dan keculasan manusia. Hampir semua karakter manusia yang diceritakan penuh dengan kepalsuan dan saling curiga sehingga jarang sekali ditemui tokoh baik disini. Demi harta karun, murid tega mengeroyok gurunya hingga tewas, anak menjadi korban ambisi ayahnya, dan sesama saudara seperguruan saling berselisih. 

Meski pendek (hanya beberapa ratus halaman), petualangan Tik Hun cukup menarik untuk dikuti. Sebagai pemuda desa yang polos membuat Tik Hun selalu menderita saat bertemu dengan orang-orang yang licik. Tetapi pengalaman dan pertemuannya dengan Ting Tian menjadikan Tik Hun menjadi sosok yang berbeda.

Di beberapa alurnya agak mirip dengan novel Alexandre Dumas yang berjudul Count of Monte Cristo; tokoh utama difitnah dan dipenjara serta kekasihnya direbut orang, dan di penjara bertemu dengan tahanan yang memberinya peta harta karun. Tampaknya Jin Yong mengambil inspirasi dari sini.

Berbeda dengan novel-novel Jin Yong lainnya, novel ini jarang sekali dibuat film atau serial tv. Berdasarkan keterangan di Wikipedia, tercatat hanya sekali diangkat ke layar lebar (tahun 1980 dengan judul A Deadly Secret) dan dua kali dibuat serial tv (tahun 1989 dan 2004).

»»  lanjut baca

Selasa, 07 Juli 2015

Daftar Cerita Silat karya Jin Yong

Jin Yong atau Louis Cha, lahir 1924, adalah penulis cerita silat terbaik Tiongkok. Buku-bukunya sudah terjual 300 juta kopi di seluruh dunia dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, Inggris, Prancis, Italia, Yunani, Jepang, Korea, Thailand, Vietnam, dan lain-lain. Karyanya dalam bahasa Mandarin diterbitkan di Hong Kong, Tiongkok, Taiwan, Singapura, dan Malaysia. Semua karyanya berulang kali diangkat ke layar lebar maupun serial TV dengan berbagai versi.

Karena kebesaran namanya dan karyanya, banyak orang yang menulis cerita silat dengan menggunakan nama “Jin Yong”. Tentu saja dia tidak akan mengakui karya orang lain sebagai karyanya meski tulisannya baik. Tetapi yang membuatnya kecewa jika tulisan itu jelek, yang dipenuhi pertempuran yang membosankan dan menggambarkan pornografi.

Jin Yong menulis cerita silat antara tahun 1955-1972 dan menghasilkan 15 judul cerita silat, terdiri dari 13 novel panjang ditambah novel pendek dan cerita pendek. Setelah tahun 1972 Jin Yong berjanji tidak akan menulis novel silat lagi. Meski demikian beliau berulang kali merevisi cerita-ceritanya sendiri. Berikut daftar karyanya:

1. Pendekar Pemanah Rajawali /Shediao yingxiong zhuan (4 jilid)
2. Rajawali Sakti dan Pasangan Pendekar / Shendiao xialu (4 jilid)
3. Golok Naga dan Pedang Langit / Yitian tulong ji (4 jilid)
4. Menertawakan Dunia Persilatan (Hina Kelana) / Xiaoao jianghu (4 jilid)
5. Delapan Naga Langit (Pendekar dari Negeri Tayli) / Tianlong babu (5 jilid)
6. Rusa dan Bejana (Pangeran Menjangan) / Luding ji (5jilid)
7. Kitab dan Pedang / Shujian enchou lu (2 jilid)
8. Pedang Kesetiaan / Bixue jian (2 jilid)
9. Rase Terbang Muda / Feihu waizhuan (2 jilid)
10. Rahasia Mematikan / Liancheng jue (1 jilid)
11. Nyanyian pendekar (Medali Wasiat) Xiake xing (2 jilid)
12. Rase Terbang dari Gunung Salju (1 jilid)
13. Pedang Gadis Yue / Yuenu jian (cerpen)
14. Kuda Putih meringkik di Angin Barat /Baima xiao xifeng (novella)
15. Golok Bebek Mandarin / Yuanyang dao (novella)

»»  lanjut baca

Rabu, 05 Juni 2013

Kitab Taurat “Tertua” di Dunia

Dimanakah Kitab Taurat yang berusia paling tua berada?

Sebuah kitab Taurat yang ditulis diatas lembaran kulit domba tersimpan di perpustakaan Universitas Bologna, Italia dengan diberi label “Gulungan Nomor Dua”. Selama ini kitab suci agama Yahudi tersebut diperkirakan berasal dari adab ke-17. Hal ini berdasarkan dari penelitian salah seorang petugas perpustakaan pada 1889 yang menyimpulkan kitab tersebut berasal dari adab ke-17.

Tetapi penelitian terbaru menyebutkan bahwa lembaran tersebut berusia lebih tua lagi. Seperti yang diberitakan oleh bbc.co.uk, seorang pakar bahasa Ibrani dari Universitas Bologna, Mauro Perani, mengatakan bahwa kitab itu kemungkinan berasal dari abad ke-7. Profesor Perani yang melakukan penelitian ulang menyadari bahwa huruf yang dipakai sama dengan huruf dari tradisi Babilonia dan ia meyakini bahwa usianya pasti sangat tua.


»»  lanjut baca