Senin, 14 Desember 2015

Tukang Celup yang Dihukum Gantung

Alkisah, ada seorang pencuri yang terjatuh dari jendela hingga meninggal saat dia akan mencuri di sebuah rumah. Keluarga si pencuri tidak terima atas kematian kerabatnya. Mereka melapor ke pengadilan agar pemilik rumah tersebut dihukum. Karena hutang nyawa harus dibayar nyawa, pengadilan mengeluarkan keputusan hukuman gantung bagi pemilik rumah.

Tetapi pemilik rumah tidak terima dengan keputusan tersebut. Dia memberi alasan tukang kayulah yang salah karena kerjanya tidak becus hingga mengakibatkan orang jatuh. Maka tukang kayu dipanggil untuk dihukum.

Tukang kayu juga tidak terima saat akan dihukum. Dia menyalahkan seorang perempuan cantik yang memakai baju merah. Perempuan berbaju merah itu berjalan lewat saat dia sedang bekerja membuat jendela. Karena bekerja sambil melirik perempuan itu, dia tidak fokus bekerja hingga hasil pekerjaannya jadi tidak sempurna. Maka pengadilan memutuskan perempuan berbaju merah itu yang bersalah dan harus dihukum.

Saat akan dihukum, perempuan pun itu membantah bahwa dirinya bersalah. Dia malah menyalahkan tukang celup baju. Karena dia memesan untuk dicelup warna hijau pada bajunya, tetapi oleh tukang celup malah dicelup jadi warna merah yang mengakibatkan orang lain jadi terganggu. Ketika dipanggil untuk dimintai keterangan tukang celup tidak bisa membantah karena tidak ada lagi yang bisa disalahkan. Akhirnya tukang celup itu divonis hukuman mati atas kematian si pencuri yang jatuh dari atas rumah.

Saat akan digantung, ternyata si tukang celup tubuhnya tinggi sedangkan tiang gantungannya pendek. Akibatnya si tukang celup susah untuk digantung. Hakim yang marah akhirnya menyuruh untuk mencari tukang celup yang pendek untuk digantung.

0 komentar:

Posting Komentar