Jumat, 27 November 2015

Pedang Hati Suci / Soh Sim Kiam

Pedang Hati Suci merupakan salah satu diantara lima belas cerita silat karya Chin Yung / Jin Yong. Dibandingkan dengan novel-novel Jin Yong lainnya yang lebih populer, Pedang Hati Suci tidak terlalu panjang. Barangkali hanya seperempatnya dari cerita si Kwee Ceng dan setengahnya dari Medali Wasiat.

Ceritanya tidak jauh dari perebutan sebuah kitab, yaitu kitab rahasia ilmu pedang yang ternyata didalamnya terdapat rahasia tentang harta karun. Dikisahkan seorang pemuda desa yang lugu bernama Tik Hun (Di Yun). Suatu hari dia pergi ke kota bersama guru dan adik seperguruannya untuk memenuhi undangan paman gurunya. Disinilah dia mulai mengalami berbagai macam penderitaan; dijebloskan ke penjara karena difitnah mencuri dan memperkosa gundik paman gurunya, dan mengalami berbagai siksaan, baik dari sipir maupun dari tahanan lain yang curiga kepadanya, yang mengakibatkan tubuhnya cacat dan ilmu silatnya hilang. Diapun kehilangan wanita yang dia cintai karena menikah dengan orang yang memfitnahnya.

Beruntung seorang tahanan yang pernah menyiksa Tik Hun akhirnya hilang rasa curiganya. Dari orang ini, yang bernama Ting Tian, Tik Hun mulai mempelajari ilmu silat yang hebat dan sebuah rahasia yang dicari dan diperebutkan oleh banyak orang, termasuk guru dan kedua paman gurunya.

Tetapi penderitaan Tik Hun tidak berakhir. Setelah Tik Hun dan Ting Tian kabur dari penjara, Ting Tian meninggal karena dibunuh orang. Untuk mengelabui musuh, Tik Hun menyamar dengan menggunduli rambut dan menggunakan pakaian seorang biksu yang baru saja mati. Sialnya, biksu itu merupakan anggota dari Hiat-to-bun (Perkumpulan Golok Berdarah) yang dikenal jahat dan sering memperkosa wanita.  Akibatnya sering timbul kesalahpahaman. Tik Hun dituduh sebagai biksu cabul dan diburu oleh banyak pendekar. 

Dalam pengejaran, Tik Hun dan para pengejarnya sampai di wilayah barat dan terjebak di lembah yang tertutup salju selama berbulan-bulan. Di lembah inilah Tik Hun berhasil menyempurnakan ilmu silatnya, yang menjadi bekal untuk bisa menyelesaikan semua urusan yang harus dia kerjakan, termasuk dalam menuntut balas.

Novel ini menggambarkan ketamakan dan keculasan manusia. Hampir semua karakter manusia yang diceritakan penuh dengan kepalsuan dan saling curiga sehingga jarang sekali ditemui tokoh baik disini. Demi harta karun, murid tega mengeroyok gurunya hingga tewas, anak menjadi korban ambisi ayahnya, dan sesama saudara seperguruan saling berselisih. 

Meski pendek (hanya beberapa ratus halaman), petualangan Tik Hun cukup menarik untuk dikuti. Sebagai pemuda desa yang polos membuat Tik Hun selalu menderita saat bertemu dengan orang-orang yang licik. Tetapi pengalaman dan pertemuannya dengan Ting Tian menjadikan Tik Hun menjadi sosok yang berbeda.

Di beberapa alurnya agak mirip dengan novel Alexandre Dumas yang berjudul The Count of Monte Cristo; tokoh utama difitnah dan dipenjara serta kekasihnya direbut orang, dan di penjara bertemu dengan tahanan yang memberinya peta harta karun. Tampaknya Jin Yong mengambil inspirasi dari sini.

Berbeda dengan novel-novel Jin Yong lainnya, novel ini jarang sekali dibuat film atau serial tv. Berdasarkan keterangan di Wikipedia, tercatat hanya sekali diangkat ke layar lebar (tahun 1980 dengan judul A Deadly Secret) dan dua kali dibuat serial tv (tahun 1989 dan 2004).

0 komentar:

Posting Komentar