Jumat, 08 Februari 2013

Sam Kok | Kisah Tiga Kerajaan


Salah satu periode paling terkenal dalam sejarah Cina atau Tiongkok adalah zaman Tiga Kerajaan, sekitar abad ke-3 M. Masa Tiga Kerajaan adalah zaman di penghujung Dinasti Han, saat pemerintahan menjadi sangat lemah hingga Cina terpecah menjadi tiga negara yang saling bermusuhan; negara Wei, Shu, dan Wu. Selama puluhan tahun ketiga negara ini saling berperang dan berebut kekuasaan, namun tidak ada yang dapat menaklukkan negara lainnya. Cina akhirnya kembali dipersatukan setelah keluarga Sima berhasil merebut kekuasaan di Wei dan menaklukkan negara lainnya, kemudian mendirikan dinasti yang baru, Dinasti Jin.

Pada abad ke-14, Luo Guanzhong menulis novel sejarah Sam Kok atau San guo Yan Yi, dengan latar belakang sejarah diatas. Sam Kok terdiri dari 120 bab serta lebih dari 600.000 kata yang ditulis dalam bahasa Tiongkok. Luo Guanzhong menulis novel ini dengan berdasarkan referensi dari catatan sejarah resmi dan sejarah lisan yang dituturkan secara turun temurun. Dan tentunya ditambah dengan imajinasinya sendiri.

Sam Kok memiliki nilai sastra dan sejarah yang sangat tinggi. Didalamnya tidak hanya berkisah mengenai perebutan kekuasaan. Banyak pelajaran yang bisa diambil, seperti nilai persaudaraan, kesetiaan, kejujuran, pengabdian, sampai dengan taktik dan strategi perang. 

Karya Luo Guanzhong ini menjadi salah satu karya sastra klasik termasyhur di dunia, dan termasuk satu dari empat karya sastra terbesar dalam literatur Cina. Sam Kok diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris dengan judul Romance of the Three kingdoms

Dalam bahasa Indonesia sendiri buku Sam Kok memiliki banyak versi yang sudah diterbitkan. Salah satunya adalah kisah Sam Kok yang diceritakan kembali oleh Yongkie Angkawijaya, terbitan Gramedia (2009), 432 halaman. Karya Yongkie ini termasuk enak dibaca, dan disertai ilustrasi yang menarik. Tetapi yang disayangkan, buku ini hanya bercerita sampai dengan berakhirnya Perang Chibi atau the Battle of Red Cliffs, dan belum masuk ke zaman Tiga Kerajaan.



0 komentar:

Posting Komentar