Senin, 27 Februari 2012

Man Jadda Wajada

Man jadda wajada (مَنْ جَدَّ وَجَدَ), kalimat itu cukup populer saat ini, meski bagi yang pernah belajar di pesantren pasti tidak asing lagi dengan pepatah Arab ini. Barangkali karena novel yang menjadi best seller, Negeri 5 Menara, yang membuat kalimat tersebut mejadi sering terdengar. Negeri 5 Menara merupakan novel pertama dari trilogi karya Ahmad Fuadi. Pesan utama dari novel ini adalah semangat man jadda wajada yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh ia akan mandapat (apa yang diinginkan).

Meski berbahasa Arab, man jadda wajada bukanlah hadits atau ayat al-quran. Itu hanya ungkapan atau pepatah Arab. Hampir sama maknanya dengan salah satu peribahasa Sunda, yaitu lamun keyeng tangtu pareng (kalau kita rajin, pasti berhasil). Umumnya pepatah, kalimatnya selalu tersusun indah dan diungkapkan dengan singkat tetapi memiliki makna yang sangat dalam.

Man jadda wajada memang bukan sumber acuan hidup. Tetapi ia adalah sebuah kalimat penyemangat, yang memotivasi kita untuk selalu bersungguh-sungguh dalam usaha mencapai keberhasilan. Pepatah ini mengingatkan untuk percaya pada diri sendiri, bahwa kesuksesan akan dapat kita raih dengan usaha yang sungguh-sungguh dan kerja keras (dan tentunya disertai dengan do'a agar diberikan hasil terbaik). Bukan dengan kemalasan dan mental mudah putus asa. Senada dengan salah satu ayat al-quran, bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai mereka merubah keadaan mereka sendiri.


2 komentar:

syaefudin mengatakan...

makasih gan atas informasinya
saya minta ijin kopas tulisan arabnya man jada wa jada
soalnya saya butuh banget wat bikin status di facebook
salam kenal gan

ujang darsita mengatakan...

mantep,.....leres pisan ,mudah-mudahan abdi di paparin kakitan ngajalankeuna,.amiin

Posting Komentar