Rabu, 19 Oktober 2011

Budak Teuneung - Samsudi

Beberapa hari lalu saat melihat-lihat buku di Gramedia, secara kebetulan saya sampai di tempat buku-buku berbahasa Sunda. Diantara buku-buku tersebut yang jumlahnya tidak banyak, saya tertarik dengan salah satu buku yang dipajang disana, sebuah novel anak-anak karangan Samsoedi yang berjudul Budak Teuneung. Buku ini pernah jadi buku favorit saya ketika masih SD. Barangkali karena jumlah bacaan saya waktu kecil tidak terlalu banyak, menyebabkan sebuah buku bisa dibaca sampai belasan kali. Diantaranya Budak Teuneung (Anak Pemberani) ini.

Budak Teuneung bercerita tentang seorang anak yatim berusia kurang lebih sebelas tahun bernama Warji. Dia tinggal bersama ibunya dan hidup dalam kemiskinan. Karena kemiskinannya dia sering dihina dan dikucilkan oleh anak-anak yang lain terutama si Begu dan si Utun.

Suatu hari si Warji menolong Asep Onon, putra Pak Lurah yang terjerumus kedalam sebuah sumur kering. Asep Onon yang semula ikut membenci Warji kini menjadi sahabatnya. Oleh Pak Lurah Warji diangkat menjadi penggembala kerbau, sedangkan malamnya diajari membaca dan menulis oleh Asep Onon. Selain itu Warji dan ibunya sering mendapat bantuan seperti beras dan pakaian dari Pak Lurah.

Beberapa tahun kemudian, Warji diangkat menjadi salah seorang pegawai desa sementara musuhnya, si Begu dan si Utun menjadi penjahat. Warjilah yang dengan penuh keberanian menangkap mereka ketika mereka selesai mencuri kerbau.

Buku ini ditulis oleh Samsudi (1898-1986). Samsudi adalah pengarang Sunda yang banyak menulis buku cerita anak-anak berbahasa Sunda. Sebagai bentuk penghargaan atasnya, sejak 1993 nama Samsudi oleh Yayasan Kebudayaan Rancage digunakan sebagai nama hadiah penulisan buku untuk anak-anak dalam bahasa Sunda, yaitu Hadiah Samsudi.

Budak Teuneung konon pertama kali diterbitkan pada 1930 oleh Balai Poestaka. Beberapa buku karya Samsudi lainnya antara lain; Tjarita Boedak Minggat, Tjarita Si Diroen, Djatining Sobat, Babalik Pikir, Surat Wasiat. Diantara buku-buku tersebut, hanya Budak Teuneung dan Surat Wasiat yang pernah saya punya. Sayangnya, kedua buku itu saat ini entah berada dimana.


3 komentar:

pepi mengatakan...

http://pepesiwak.blogspot.com/2012/09/buku-cerita-si-warji-anak-pemberani.html

semoga bermanfaat

ozminimzo mengatakan...

Terima kasih mas pepi, itu terjemahan bahasa Indonesianya ya

Bhre Banyu Bening mengatakan...

iya mas saya sama sama

Posting Komentar