Selasa, 22 Desember 2009

Membuat Orang Lain Tertawa dengan Satu Kata dan Marah dengan Satu Kata

Bagaimana caranya membuat orang tertawa dengan satu kata kemudian membuatnya marah juga dengan satu kata?

Dulu secara iseng saya pernah ngasih tebakan ini kepada seorang teman. Dia tidak bisa menjawab. Tetapi kemudian dia tertawa ketika saya kasih jawabannya. Padahal menurut saya biasa-biasa saja, tidak terlalu lucu. Apalagi saya tidak pandai cerita sehingga apa yang saya ceritakan biasanya menjadi hambar. Saya ingat kembali cerita ini ketika teman saya itu cerita bahwa dia juga pernah ngasih tebakan itu kepada temannya yang lain. Entah siapa yang pertama kali membuat cerita ini. Yang jelas, saya tahu dari buku silat yang berjudul Pendekar Binal (The Remarkable Twin) karangan Gu Long.

Ceritanya begini: konon ada seseorang, katakanlah dia bernama si A. Dia paling pandai memancing orang tertawa. Suatu hari, bersama seorang temannya dia pergi untuk jalan-jalan ke pasar. Seperti biasa dipojok jalan ada seorang wanita yang berjualan kue serabi dengan ditemani seekor anjingnya yang berdiri disampingnya. Wanita itu dikenal dingin dan kaku, sehingga orang yang biasa lewat kesitu tidak pernah sekalipun melihat dia tertawa. Dia tinggal sendirian di sebuah rumah dan hanya ditemani oleh anjingnya itu.

Si A ini, yang dikenal pandai memancing orang tertawa, mengajak temannya untuk taruhan, bahwa dia sanggup membuat wanita itu tertawa dengan satu kata dan dia juga sanggup membuat wanita itu marah dengan satu kata juga. Dia berani bertaruh untuk mentraktir makan di restoran. Tentu saja temannya itu setuju dengan taruhan itu karena dia sendiri tidak bisa membayangkan cara bagaimana membuat orang itu tertawa dengan satu kata kemudian marah dengan satu kata lagi.

Lalu si A mendekati anjing itu yang berdiri disamping majikannya sambil berlutut dan dengan hormat dia menyembah anjing itu sambil berkata: “Ayah”.

Melihat ada orang yang menganggap anjingnya sebagai bapaknya, tiba-tiba wanita itu kaget tetapi akhirnya dia merasa geli dan dia pun tertawa. Tak tahunya, si A kemudian berlutut kepada wanita itu sambil berkata: “Ibu”. Maka muka wanita itu merah padam karena marah dan kemudian menampar muka si A. Karena itu pula si A akhirnya memenangkan taruhannya.


0 komentar:

Posting Komentar