Rabu, 30 Desember 2009

Festival Museum Nusantara

Baru-baru ini website kemuseumyuk.com menyeleggarakan sebuah Kontes SEO (Search Engine Optimization) dengan dengan total hadiah sebesar Rp. 3,5 juta. Kontes ini akan berakhir pada 31 Maret 2010 dengan target kata kunci Festival Museum Nusantara, dan yang menjadi jurinya adalah google.co.id. Pemenang adalah blog yang pada 31 Maret 2010 berada pada posisi 1-3 di halaman pertama google dengan kata kunci tersebut. Tema kontes ini cukup bagus, selain promosi tempat wisata juga mengajak untuk mengenal kembali museum terutama museum-museum yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Museum yang ada di TMII sendiri cukup banyak. Kebetulan ada yang membuat saya tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang salah satu museum, ketika saya lihat daftar museum di TMII di salah satu website. Museum tersebut adalah Museum Keprajuritan Indonesia. Yang membuat saya tertarik adalah adanya gambar meriam pada tulisan mengenai museum keprajuritan tersebut. Wajar saja, karena saya penggemar salah satu klub sepakbola di Inggris, Arsenal, yang menggunakan gambar meriam pada logo klubnya.

Bangunan di Museum Keprajuritan Indonesia maupun benda yang ditampilkan disana memiliki makna perlambang. Bangunan Museum Keprajuritan Indonesia berbentuk benteng bersegi lima yang dikelilingi perairan. Adanya perairan di sekeliling benteng tersebut menggambarkan negara kepulauan, yang bertujuan melestarikan bukti dan rekaman sejarah perjuangan bangsa pada masa-masa perjuangan sejak abad ketujuh sampai abad kesembilanbelas. Sementara itu gerbang utama berbentuk model bangunan abad keenambelas, yang mencerminkan sifat keterbukaan dan keramahtamahan rakyat Indonesia. Di setiap sudut bangunan terdapat menara pengintai atau bastion, yang menyiratkan kewaspadaan nasional. Sementara dua kapal tradisional yang bersandar di danau, yaitu kapal Banten dan kapal Pinisi dari Sulawesi Selatan melambangkan kekuatan maritim dari barat sampai ke timur.

Penyajian pameran berbentuk diorama, fragmen patung, dan relief, baik di bagian luar maupun bagian dalam. Pameran bagian luar berupa paduan relief yang menyatu ke dinding gedung bagian luar, meliputi 19 adegan kisah panjang perjuangan bangsa dari abad VII sampai abad XIX, antara lain sewaktu Raden Wijaya mengusir tentara Cina tahun 1292, pertempuran di Benteng Sao Paolo tahun 1575 di Maluku dan Sultan Ageng menyerang Kastel Batavia tahun 1628. Sementara ruang pamer bagian dalam menyajikan 14 diorama yang menggambarkan cerita perlawanan terhadap penjajah untuk mempertahankan tanah air. Disana juga terdapat tiruan senjata, meriam, pakaian perang, panji-panji, formasi tempur serta boneka peraga yang mengenakan busana prajurit tradisional. Di samping itu dipamerkan juga 23 patung pahlawan dari perunggu berukuran 1¼ kali besar manusia yang ditempatkan mengelilingi panggung di dalam gedung, di antaranya Gajah Mada, Cut Nyak Dien, dan Pattimura.

Selain Museum Keprajuritan Indonesia masih banyak lagi museum yang terdapat di Taman Mini Indonesia Indah. Tetapi supaya tulisan ini tidak terlalu panjang, mungkin pada kesempatan lain insya Allah akan saya posting tulisan tentang museum-museum lainnya. Kebetulan saya berniat untuk membuat seri postingan tentang Festival Museum Nusantara.

0 komentar:

Posting Komentar